(FR) Masjid-masjid Yang Mengadakan Buka Puasa Bersama Gratis; Bagian 2

Melanjutkan postingan yang ini, berikut adalah kelanjutan field report dari petualangan saya “memburu” hidangan berbuka puasa di masjid-masjid yang ada di Jogjakarta.

Masjid Gedhe Kauman

Masjid yang menjadi simbol Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat ini memulai acara berbuka puasa bersama dengan ceramah agama terlebih dahulu (layaknya di masjid-masjid lain). Jamaah bisa mengikuti acara ini mulai pukul 17.00 hingga beduk maghrib.

Hidangan berbuka puasa di mesjid ini standar, yaitu segelas teh hangat dan sebungkus nasi lengkap dengan lauknya. Kalau anda datang telat, ada baiknya anda mencari alternatif makanan tambahan karena sudah pasti anda hanya akan mendapat segelas teh dan sekerat roti (itu pun kalau anda beruntung). Jam telat di masjid ini kira-kira pukul 17.15, jadi harus buru-buru.

Acara berbuka puasa di Masjid Gedhe Kauman sangat ramai. Jamaah bahkan mencapai serambi luar dari masjid. Oleh karena itu, bila lokasi anda jauh dari masjid, datanglah lebih awal (supaya kebagian makanan).

Masjid Syuhada Kotabaru

Masjid yang berhadapan dengan Gereja Kotabaru memiliki agenda buka puasa bersama setiap harinya mulai pukul 17.00. Acara dimulai dengan kajian mengenai topik-topik yang berganti tiap harinya dan kontemporer.

Lanjut ke bahasan inti, hidangan berbuka puasa pun sama seperti masjid lainnya, standar zonder kurma. Hanya segelas teh hangat yang dipasangkan dengan sebungkus nasi rames. Tidak perlu terburu-buru untuk ikut acara buka puasa bersama di sini karena jamaah yang hadir tidak terlalu ramai. Meski begitu, perlu dipersiapkan setidaknya pukul 17.20 sudah ada di mesjid.

 

Categories: Cerita, Reportase

(FR) Masjid-masjid yang Mengadakan Buka Bersama Gratis

Disclaimer: No Pic = Hoax nggak berlaku.

Pertama-tama saya mau ucapin: Selamat datang bulan Ramadhan 1432 H! Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan!

Bulan Ramadhan memang penuh berkah. Dimana-mana orang berusaha meningkatkan amal baik di bulan ini, termasuk berbondong-bondong meramaikan masjid. Bukan cuma buat sholat, tapi juga buat “amalan khusus” saat bulan Ramadhan, yaitu buka puasa.

Buka puasa memang moment membahagiakan buat orang yang berpuasa. Apalagi kalau bareng-bareng dan zonder bayar a.k.a gratis, kan lumayan… duitnya bisa ditabung buat beli hape baru :-D

Makanya, postingan kali ini adalah sedikit Field Report (FR) dengan menu ala kadarnya dari saya tentang masjid-masjid di Yogyakarta yang asyik didatangin buat buka puasa sekaligus sholat maghrib berjamaah Read more…

Categories: Cerita, Reportase

Women’s Work

Menurut saya, semua pekerjaan perempuan itu bisa dikerjakan oleh laki-laki, kecuali hamil dan menyusui. Bukan bermaksud untuk menyinggung isu kesetaraan jender, tetapi memang kenyataannya begitu.

Boleh dicek sendiri, pekerjaan-pekerjaan yang women should be able to do it seperti mencuci baju, mencuci piring, menyetrika, bersih-bersih rumah, tukang dandan, menjahit, bahkan memasak, semuanya bisa dilakukan oleh laki-laki. Malah, dalam beberapa kasus, banyak laki-laki yang terkenal karena pekerjaan-pekerjaan itu. Read more…

Categories: Pandangan

Toleransi Hitam

Akhir-akhir ini tidak sulit menemukan berita tentang kekerasan di negeri ini. Mulai dari perkelahian, pembunuhan, tawuran, bentrokan, maupun aksi-aksi teror yang menjadi “makanan” sehari-hari produsen maupun konsumen media-media massa di Indonesia. Bahkan, untuk berita-berita yang menyuguhkan kekerasan, tidak jarang mendapatkan “tempat terhormat” di headline koran ataupun di buat acara TV khusus untuk menayangkan berita-berita tersebut.

Tidak jarang penyebab munculnya berita-berita tersebut di koran, TV dan radio adalah karena lemah atau malah disalahartikan toleransi dalam arti yang populer, yaitu saling menghormati. Dimulai dari masalah pribadi, lalu dibesar-besarkan dengan cara dikaitkan dengan etnis, agama, maupun kelompok yang lebih bersifat pragmatis, dengan yang berbau politik misalnya.    Read more…

Categories: Pandangan

Wekasan, It’s Wednesday Thing!

02/02/2011 1 komentar

Ada yg tahu perihal Rebo Wekasan? Rebo Wekasan, atau Rabu Pungkasan, atau Rebo Kasan secara sederhana dapat diartikan dengan hari Rabu terakhir pada bulan Safar (bulan kedua dalam sistem penanggalan Islam atau kalau di Jawa disebut dengan Sapar). Menurut tradisi di beberapa daerah (di Jawa, Sunda, Banten, dan beberapa daerah lainnya), hari Rebo Wekasan merupakan hari yang tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan jauh karena dipercayai akan membawa nasib buruk. Pada hari itu, dipercayai bila Tuhan menurunkan lebih banyak nasib buruk dibandingkan dengan nasib baik. Oleh karena itu, ada yang menyikapi hari Rebo Wekasan dengan memperbanyak ibadah dan berdoa, mandi menyucikan diri serta tidak keluar rumah sepanjang hari. Tapi ada juga yang menyikapi hari itu dengan melakukan kegiatan seperti biasa.

Berbicara tentang hari Rebo Wekasan, saya memiliki pengalaman menarik yang berkaitan dengan hari itu. Read more…

Categories: Cerita

Tribute to @tikuyuz

01/01/2011 2 komentar

Pada Kamis malam tanggal 30 Desember 2010, kala sedang membuat curriculum vitae, saya dikejutkan oleh tweet teman saya, Nadia Anindita, yang isinya seperti ini:

1.Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok

2.Terperangkap dlm lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30% tkena pnyakit mulai dr flek hingga kanker paru-paru

3.Orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen Read more…

Categories: Cerita, Pandangan

Profesi Perencana Kota

Perencana kota, selanjutnya disebut perencana, adalah profesional yang  bekerja di bidang perencanaan kota dalam rangka untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan lahan dan infrastruktur. Perencana meriset, mendesain, membuat program, melakukan rekayasa sosial, melakukan analisis teknis, mengelola sumberdaya kota, dan mendidik warga kota untuk meningkatkan kualitas kota. Read more…

Categories: Informasi, Pandangan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.