Beranda > Cerita > Surabaya Saya Datang!

Surabaya Saya Datang!


Hari Senin, tanggal 15 Maret 2010  saya memutuskan untuk pergi ke Surabaya. Tidak ada acara yang harus saya hadiri di sana ataupun tidak ada tugas kuliah yg mengharuskan saya untuk pergi ke Surabaya. Saya ke Surabaya untuk menuntaskan rasa penasaran saya terhadap Kota Pahlawan ini sekaligus untuk menggenapi kunjungan ke ibukota-ibukota provinsi yg ada di Pulau Jawa.

Setelah koordinasi dengan teman-teman yang ada di Surabaya, juga bertanya kepada @QiqiBibeh tentang mode transportasi ke Surabaya,  akhirnya berangkatlah saya ke Surabaya (untuk pertama kalinya) dari Jogja menggunakan kereta api.

Setibanya di Stasiun Gubeng Surabaya, saya dijemput oleh Brur, teman saya yang asli arek Surabaya yang langsung mengantar saya ke rumahnya dan menawarkan rumahnya untuk saya tinggali selama di Surabaya.

Di rumah Brur, di bilangan Mulyosari, saya mencuci muka, makan siang, dan istirahat sebentar melepas lelah perjalanan dari Jogja. Selepas itu, dan langsung minta diantar ke jembatan yang paling fenomenal se-Indonesia. Yup… apalagi kalo bukan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura).

Jembatan Suramadu

Di sisi Madura dari Suramadu, kita akan menemukan banyak toko kaki lima cinderamata khas Madura. Ada yang menjual baju khas Madura (yang garis-garis merah putih), gantungan kunci berbentuk clurit, jajanan khas Madura, atau tempat makan yg sudah biasa seperti bakso, sate, atau mie ayam.

Naluri sebagai mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota saya muncul setelah saya telah resmi menjejakkan kaki di Pulau Madura. Saya pun “memaksa” Brur untuk mengantarkan saya menuju pusat kota Bangkalan, Madura, untuk melihat suasana kota Bangkalan.

Kota Bangkalan

Pusat kota Bangkalan meskipun kecil tetapi cukup ramai. Di sana juga terdapat alun-alun yg lazim ada di tengah-tengah kota di Pulau Jawa. Juga ada Masjid Agung yg terletak di barat alun-alun.

Di Masjid Agung Bangkalan

Selepas berkeliling kota Bangkalan dan salat Ashar di Masjid Agung Bangkalan, saya kembali menyebrang ke Surabaya untuk mengunjungi Kampung Arab yang terkenal di Surabaya, yaitu kawasan Ampel. Di kawasan Ampel Denta (atau cukup disebut Ampel saja) terdapat makam salah satu Walisongo, yaitu Sunan Ampel.

Di Ampel, juga ada pasar tradisional yang menjual produk-produk khas Arab seperti kurma, air zam-zam, kismis, kitab-kitab islami, tasbih, minyak wangi, dan lain lain.

Kawasan Ampel
Pasar Tradisional Ampel

Bagi anda yang muslim, cobalah untuk salat di Masjid Sunan Ampel. Masjid ini termasuk masjid yg paling tua di Pulau Jawa. Dalam hal ukuran, masjid ini unik, tidak panjang, tetapi lebar. Berbeda dengan masjid-masjid lain yang bentuknya persegi empat, masjid ini berbentuk persegi panjang. Safnya panjang melintang.  Di kawasan ini juga ramai peziarah yang datang untuk berziarah ke makam Sunan Ampel dan murid-muridnya.

Telah dikunjunginya Surabaya, lengkap sudah kunjungan saya ke ibukota-ibukota provinsi yang ada di Pulau Jawa. Next time, keliling Indonesia.

Iklan
Kategori:Cerita
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: