Beranda > Cerita, Reportase > Pergi Ke Kampung Inggris

Pergi Ke Kampung Inggris


Pernah mendengar Kampung Inggris?

Kampung Inggris terletak di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Tepatnya, di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Disebut Kampung Inggris bukan karena penduduknya adalah orang Inggris, tetapi karena desa itu dipenuhi oleh tempat-tempat kursus bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Menjamurnya tempat-tempat kursus Bahasa Inggris, serta biaya yang ditawarkan juga terbilang murah, membuat para pelajar yang berasal dari seluruh Indonesia datang ke sini untuk belajar Bahasa Inggris.

Pada pertengahan November 2010, saya bersama rekan saya SiBowoBujil berkesempatan untuk mengunjungi kampung yang unik ini. Teman saya itu berencana untuk mengambil program kursus Bahasa Inggris selama satu bulan, sedangkan saya yang hanya survei dan menjawab rasa penasaran saya tentang kampung ini, mengambil program yang berdurasi dua minggu saja. Pada umumnya, tempat-tempat kursus Bahasa Inggris di sini menawarkan program belajar selama dua minggu dan satu bulan, meskipun ada juga yang menawarkan program selama enam bulan, dan program privat.

Program

Program-program belajar di tempat kursus Bahasa Inggris di Pare umumnya menawarkan program belajar Grammar dan Speaking – termasuk TOEFL (Test of English as a Foreign Language) – serta program-program khusus peserta yang mengikuti Camp. Umumnya program-program tersebut berdurasi selama dua minggu, dengan waktu belajar lima kali seminggu (Senin-Jumat), dan tiap pertemuan berlangsung selama 90 menit. Bagi anda yang mengambil program satu bulan, biasanya program tersebut dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap dua minggu pertama dan tahap dua minggu kedua. Untuk program dua mingguan, biayanya bervariasi mulai dari Rp.50.000.

Program-program belajar umumnya dibuka pada tanggal 10 dan 25 tiap bulannya. Biasanya, di antara waktu-waktu tersebut, lembaga kursus menawarkan program jalan-jalan ke tempat wisata seperti ke Bali, Bromo, atau tempat-tempat wisata di sekitar Kediri. Saya sarankan agar anda memilih waktu di luar musim liburan (Juni-Juli), sebab pada saat-saat tersebut, tempat-tempat kursus biasanya sudah penuh. Tetapi, bila anda tetap mengambil program pada musim liburan, saya sarankan agar anda sudah memesan tempat sebelumnya.

Camp atau Indekos?

Para pelajar bisa tinggal di camp yang biasanya disediakan oleh tempat-tempat kursus. Rata-rata, camp di sana berbentuk rumah tinggal milik penduduk lokal yang disewa oleh pihak lembaga kursus. Keadaan camp umumnya sangat sederhana – untuk tidak mengatakan kumuh -. Satu kamar ukuran 3 x 3 meter bisa ditempati tiga sampai lima orang. Saat musim liburan, satu kamar bahkan bisa diisi lebih dari lima orang. Bagi anda yang tidak terbiasa, mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan keadaan di camp.

Jika anda memilih untuk tinggal di camp, anda akan mendapatkan program khusus seperti Daily Vocabulary, Common Expression, Speech and Debate, Discuss and Presentation dan program-program lain tergantung camp mana yang anda pilih. Biaya yang harus dikeluarkan untuk tinggal di camp bervariasi mulai dari Rp.125.000 per bulan (belum termasuk makan).

Selain tinggal di camp, anda juga bisa memilih alternatif lain yaitu tinggal di indekos. Keadaan indekos sama seperti keadaan indekos di wilayah lain yang ada di sekitar kampus. Biayanya mulai dari Rp.70.000 – Rp.300.000 per bulan.

No English, No Service

Camp yang disediakan oleh tempat kursus biasanya menerapkan aturan English Area, yaitu penggunaan Bahasa Inggris untuk komunikasi sehari-hari di dalam camp. Mau tidak mau, suka tidak suka, anda “dipaksa” untuk menggunakan Bahasa Inggris di seluruh area camp. Biasanya ada hukuman bagi anda yang menggunakan selain Bahasa Inggris. Jenis hukuman bisa berbeda-beda tiap camp. Ada yang menerapkan  hukuman menghafal beberapa vocabulary atau expression baru, denda per kata, hingga hukuman dikeluarkan dari camp.

Speak animal atau speak aliens adalah istilah khas yang berarti berbicara menggunakan bahasa selain Bahasa Inggris, termasuk menggunakan Bahasa Indonesia.

Garuda Park

Pada Sabtu malam, para pelajar biasanya memadati kawasan yang biasa disebut dengan Garuda Park. Garuda Park sebenarnya adalah ruang publik di sekitar tugu Garuda Pancasila yang ada di ruas jalan utama. Di sekitar Garuda Park, banyak pedagang kaki lima yang mangkal di tepi jalan utama. Para pelajar menghabiskan waktu di Garuda Park dengan bermain musik di bawah tugu, jajan di warung kaki lima, atau sekadar ngopi sambil melihat kendaraan yang ramai lalu lalang.

Di sekitar kampung sendiri sebenarnya sudah terdapat tempat-tempat untuk “killing time”, seperti kolam renang, café plus hotspot area, dan warung internet.

Garuda Park

Bagaimana, tertarik belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris?

Iklan
Kategori:Cerita, Reportase
  1. adi
    14/09/2011 pukul 11:48

    Alamat lengkapnya kampung inggris donk. Disana kampung inggris ada 1 doank kan biar saya ga pusing carinya. Yang pernah di tayangain di repotase sore thanks

  2. isna
    27/01/2012 pukul 06:29

    ada kontak person lembaganya tidak?kalo mau kursus disana langsung kesana untuk daftar (on the spot) atau bisa daftar sebelumnya?

    • 27/01/2012 pukul 23:55

      Sebenarnya tiap lembaga kursus ada kontak personnya, tetapi saya tidak tahu. Silakan cari di Google atau mesin pencari lainnya dengan kata kunci “Kampung Inggris Pare”.

      Kamu bisa langsung daftar on the spot di saat yg tepat yaitu saat program belajar dibuka sebagaimana yg disebutkan di post blog ini. Atau, kamu bisa hubungi dulu contact person lembaga yg kamu pilih untuk mendaftar.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: