Beranda > Informasi, Pandangan > Profesi Perencana Kota

Profesi Perencana Kota


Perencana kota, selanjutnya disebut perencana, adalah profesional yang  bekerja di bidang perencanaan kota dalam rangka untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan lahan dan infrastruktur. Perencana meriset, mendesain, membuat program, melakukan rekayasa sosial, melakukan analisis teknis, mengelola sumberdaya kota, dan mendidik warga kota untuk meningkatkan kualitas kota.

Menurut American Planning Association (APA), seorang perencana harus memiliki kemampuan diantaranya:

1.       pengetahuan tentang tata ruang perkotaan dan desain fisik kota

2.       kemampuan menganalisis informasi demografis

3.       pengetahuan tentang membuat rencana dan mengevaluasi proyek

4.       pemahaman tentang program-program pemerintah berkaitan dengan penataan ruang

5.       pemahaman tentang dampak sosial dan lingkungan atas suatu rencana

6.       kemampuan menjadi fasilitator atau mediator saat terjadi konflik pemanfaatan ruang

7.       pemahaman tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan penggunaan lahan

8.       penguasaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan perangkat lunak pendukung lainnya

9.       kemampuan menulis dan presentasi.

Keahlian perencana dibutuhkan untuk membuat rencana dari suatu proyek yang digulirkan oleh klien. Perencana biasanya disewa oleh para pengembang (developer), pemilik properti pribadi, perusahaan perencanaan swasta atau pemerintah untuk membantu dalam perencanaan perkembangan komunal dan komersial dalam skala besar, fasilitas publik dan sistem transportasi.

Dalam perkembangan selanjutnya, perencana memiliki spesialisasi dalam bidang tertentu, seperti:

a.       pengembang real estate

b.      pengembangan ekonomi

c.       perencanaan lingkungan

d.      perencanaan infrastruktur

e.      perencanaan kawasan metropolitan

f.        perencanaan ekologi

g.       perencanaan ruang terbuka

h.      perencanaan taman

i.         advokasi perencanaan

j.        perencanaan pedesaan

k.       perencanaan sosial

l.         perencanaan strategis kota

m.    perencanaan pariwisata

n.      perencanaan transportasi

o.      urban desain

Namun, lepas dari spesialisasi tersebut, seorang perencana akan selalu terkait dengan pemanfaatan ruang, hanya pengambilan sudut pandang dari perencana saja yang berbeda-beda. Misalnya, seorang spesialis pengembangan ekonomi akan menunjukkan lokasi mana yang ekonomis yang dapat menarik pelanggan. Sedangkan bagi spesialis perencanaan infrastruktur, ia akan menganalisis  kebutuhan jalur distribusi listrik dan air serta menunjukkan lahan mana yang tepat untuk dijadikan tempat pembuangan akhir.

Seorang perencana bekerjasama dengan pihak-pihak lain (walikota, insinyur, pengusaha, dan para pemangku kepentingan) untuk membangun dan meningkatkan kualitas kota yang lebih baik.

Layaknya profesi yang lain, profesi perencana pun memiliki kode etik yang harus ditaati setiap anggotanya. Contohnya, kode etik perencana yang berasal dari American Institute of Certified Planners (AICP) yaitu:

1. Kewajiban utama perencana adalah melayani kepentingan public.

2. Perencana bertanggungjawab untuk bekerja dengan tekun dan kompeten atas nama klien mereka.

3. Perencana bertanggungjawab untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan profesi perencanaan dan rekan-rekan mereka.

4. Perencana bertanggungjawab atas diri sendiri untuk standar professional yang tinggi, integritas dan pengetahuan.

Untuk memperoleh keahlian perencanaan kota, seseorang dapat belajar di lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program studi perencanaan kota. Di Indonesia, pendidikan perencanaan kota diajar mulai tingkatan sarjana (seperti di Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung), sedangkan di luar negeri, lazimnya ilmu ini dipelajari pada studi lanjut (post graduate). Adapun mengenai sertifikasi, dilakukan oleh lembaga sertifikasi perencana yang ada di negara setempat.

Profesi perencana di Indonesia belum sepopular seperti di Amerika Serikat, Inggris, Australia, atau negara-negara lain. Malah, profesi perencana di Indonesia sering rancu dengan profesi arsitek.  Padahal, diantara keduanya terdapat perbedaan-perbedaan yang cukup mendasar, seperti:

a. rekayasa yang dilakukan perencana dilakukan dalam ruang lingkup makro hingga meso, sedangkan arsitek mendasarkan pada rekayasa yang bersifat mikro;

b. produk yang dihasilkan oleh perencana mengarah kepada proses dan rencana, sedangkan produk yang dihasilkan arsitek adalah lingkungan binaan.

Melihat kondisi kota-kota di Indonesia yang belum tertata dengan baik, jasa perencana mutlak dibutuhkan. Seorang perencana dapat memberikan masukan-masukan tentang penataan kota yang baik dari segala segi. Hal ini tidak hanya berakibat baik dari segi fisik kota, melainkan juga ramah bagi manusianya.

Penataan kota-kota di Indonesia cenderung mendahulukan kepentingan pasar, tanpa memperhatikan kaidah-kaidah yang lain seperti sosial, historis, dan estetika. Boleh jadi keadaan ini terwujud karena perencanaan kota yang tidak melibatkan perencana di dalam penyususan rencana tata ruang kota atau peran pengendalian yang belum dilakukan secara maksimal. Perencana dengan kemampuannya, akan mengajak pihak-pihak lain dalam merencanakan kota, lalu memberikan pilihan rencana yang terbaik kepada pengambil keputusan.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, yang selalu melibatkan perencana dalam perencanaan kotanya, diketahui memiliki kota-kota yang tertata baik. Indonesia dengan sumber daya perencana yang ada, belum mampu mewujudkan kota yang tertata baik dan humanis. Apakah kualitas perencana di Indonesia yang belum bagus, atau malah karena peran perencana yang tidak dilibatkan sama sekali?

Sebenarnya, dalam beberapa kasus, seperti proyek taman-taman kota dan trotoar di sepanjang jalan utama di Surabaya, peran perencana telah dilibatkan oleh pemerintah setempat. Hasilnya, Taman Pelangi, dan trotoar di Jalan Ahmad Yani Surabaya merupakan contoh dari keberhasilan pemerintah kota Surabaya untuk menciptakan Kota Surabaya yang humanis.

Taman Pelangi

Sudah saatnya Indonesia menggunakan jasa perencana – bukan yang lain – untuk membantu meningkatkan kualitas kota-kotanya.

Referensi Lebih Lanjut

Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia

American Planning Association

US Bureau of Labor Statistic

Iklan
Kategori:Informasi, Pandangan
  1. 06/07/2012 pukul 13:26

    informasinyah memotifasi saya untuk tidak bingung dan ragu lg dngan jurusan ini,
    kebetulan saya ngambil jurusan ini

    • 17/07/2012 pukul 07:34

      Terima kasih!
      Oh ya…ambil di PT mana? Semoga sukses kuliahnya!

  2. 10/08/2012 pukul 03:52

    Apa yang dipertanggungjawabkan oleh perencana kota jika kota yang direncanakan semakin semrawut atau bisa dibilang gagal??
    Jarang saya mendengar seorang perencana kota disalahkan atas hal ini
    Mohon jawabannya 🙂

    • 17/08/2012 pukul 09:43

      Perencana kota dlm tidak sendirian dlm merencanakan kota. Ia bekerja bersama dengan stakeholder dan para ahli lainnya seperti masyarakat, pihak swasta, dan pemerintah sbg penentu kebijakan. Perencana sbg konsultan sesuai kompetensinya dan mediator antara stakeholder tsb dlm merencanakan kota. Oleh krn itu, kebijakan dlm penentuan perencanaan suatu kota ttp berada pada pemerintah yg menyetujui usulan perencanaan dr perencana kota. Dlm praktiknya, kesemrawutan sering terjadi krn inkonsistensi dlm mengambil kebijakan utk penataan kota yg sesuai dg rencana kota.

      Selain inkonsistensi, kesemrawutan jg dpt disebabkan dr hulu, yaitu tdk dilibatkannya masyarakat atau swasta dan perencana kota dlm pembuatan rencana kota. Rencana kota malah dibuat oleh ahli-ahli selain perencana kota.

  3. 31/12/2012 pukul 17:09

    Hi, saya tertarik untuk masuk ke planologi. Saya hanya ingin bertanya, prospek kedepan lulusan planologi (terutama ITB/UGM) seperti apa gambarannya? Seperti gambaran gaji, lingkungan kerja, dll. Saya masih bingung untuk masuk jurusan ini, namun saya cukup tertarik karena saya suka dengan pekerjaan yang multiilmu seperti planologi. Trims

    • 13/01/2013 pukul 09:43

      Silakan baca tulisan saya yg berjudul “Apa Itu Planologi?” di blog ini.

  4. 04/03/2013 pukul 23:13

    Maaf bang mau tanya, bang perangkat lunak apa yg biasanya digunakan oleh pwk? Seberapa besar tingkat kemampuan kita terhadap perangkat lunak tersebut ? Haruskah mempunyai bakat menggambar ?

    • 08/04/2013 pukul 09:57

      Yang biasanya digunakan adalah software GIS. Tidak harus punya bakat menggambar

  5. 02/05/2013 pukul 14:53

    kapan ya planner bisa dibayar mahal /pantas layaknya jasa dokter dan lawyer

    • 08/05/2013 pukul 21:55

      Untuk dibayar selayaknya dokter/lawyer memang belum memungkinkan, mengingat perencana di negeri ini belum dikenal sebagai profesi. Profesi perencana hanya sebagai status di Ikatan Perencana atau sebagai pemanis organisasi belaka.

      Kapan perencana bisa dibayar pantas? Bila perencana sudah diakui betul-betul sebagai profesi.

  6. 15/07/2013 pukul 07:35

    Alhamdulillah lulus di teknik Planologi undip hehe
    infonya membatu sekali 🙂

  7. JYR
    22/07/2013 pukul 17:47

    Saya mau tanya. kalau bikin skripsi itu kira” tentang apa ya?

    • 26/07/2013 pukul 20:20

      Skripsi pada PWK itu banyak sekali hal yg dapat diangkat. Bisa fenomena perkotaan/wilayah baik perubahan secara fisik, maupun kajian sosialnya; juga bisa diangkat tema-tema yg lebih teknis seperti kajian transportasi, kajian mitigasi bencana dll. Silakan konsultasikan dengan dosen pembimbing skripsi kamu untuk lebih lanjutnya 🙂

  8. Anhar
    15/09/2013 pukul 19:57

    Salam kenal bang Adang
    Saat ini saya masih kelas 3 SMA, berniat untuk ambil PWK tapi bingung PTN mana?
    selain itu untuk perhitungan SNMPTN undangan, mapel apa yang lebih di prioritaskan?
    kalo punya daftar PTN mana yang punya PWK sekaligus total kuota tolong buat post lagi atau kirim lewat email saya bang. anhard83@gmail.com terima kasih.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: