Beranda > Cerita, Pandangan > Tribute to @tikuyuz

Tribute to @tikuyuz


Pada Kamis malam tanggal 30 Desember 2010, kala sedang membuat curriculum vitae, saya dikejutkan oleh tweet teman saya, Nadia Anindita, yang isinya seperti ini:

1.Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok

2.Terperangkap dlm lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30% tkena pnyakit mulai dr flek hingga kanker paru-paru

3.Orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen

Lalu, Nadia memberikan link beritanya dalam twit berikutnya (klik disini).

Pertama-tama, saya ingin menyatakan bahwa saya tidak kenal dengan Noor Atika Hasanah. Saya juga bukan follower dari @tikuyuz sebagaimana beliau pun bukan follower saya. Namun, izinkan saya untuk memberikan penghormatan kepada beliau atas segala perjuangannya.Tiga hari menjelang kepergiannya, ia menulis seperti berikut di akun Facebook dan twitter-nya:

‘Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru’.

Mari merenung sejenak, mencermati apa yang alamarhumah perjuangkan.

Meskipun hanya lewat social media (Twitter dan Facebook), tapi saya yakin betul bahwa yang disuarakannya semata-mata untuk kebaikan kita semua.  Kata-kata yang beliau tuliskan begitu tulus akan kepeduliannya terhadap kesehatan umat manusia.

Kalau kita membaca secara saksama teks tersebut, seakan-akan beliau ini mengerti betul, betapa SUSAHNYA untuk membuat orang-orang, bahkan orang terdekat sekalipun, untuk menghargai orang-orang yang tidak merokok. Para perokok memang tidak pernah MAU menyadari, bahwa efek dari rokok bukan hanya berimbas pada perokok sendiri, melainkan juga pada orang sekitarnya. Para perokok berdalih bahwa merokok adalah hak mereka, tapi tidak pernah mengingat bahwa ada hak orang lain untuk menikmati udara yang tidak tercemar asap rokok.  Para perokok,khususnya di Indonesia, berlaku seperti raja, yang bebas merokok dimana saja dan kapan saja.

Almarhumah Noor Atika Hasanah dalam tulisan tersebut di atas, tidak melarang (karena sangat sulit) khususnya pada orangtua untuk merokok, hanya MEMOHON, setidaknya bagi para orangtua perokok, untuk TAHU DIRI dalam merokok, atau dalam kalimat sederhana:

BERHENTI MEROKOK ATAU SILAKAN MEROKOK JIKA DAN HANYA JIKA SAAT SENDIRI!

Dalam tulisannya itu, seakan-akan pun beliau hendak berkata, “Cukuplah saya saja yang menderita karena menjadi perokok pasif, jangan sampai orang lain, terutama anak-anak, menjadi korban perokok pasif lainnya”.

Terus terang secara pribadi, saya menganggap beliau adalah seorang pahlawan. Beliau menyadarkan kepada khalayak tentang bahaya akibat rokok, diantaranya menjadi perokok pasif. Beliau secara halus mengajak orang-orang untuk tidak merokok dalam lingkungan keluarga. Beliau juga orang yang tangguh dan sabar. Dalam akun twitter miliknya, ia pernah menulis: “Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I’m not afraid of you :)),”

Ya Allah, ampunilah dosanya, sayangilah ia, maafkanlah kesalahannya.

Mudah-mudahan di tahun 2011 ini, banyak perokok yang setidaknya menjadi ‘TAHU DIRI’, syukur-syukur bisa berhenti merokok demi kesehatan dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya.

Selamat jalan Noor Atika Hasanah! Selamat jalan @tikuyuz! Semoga engkau damai disana!

Iklan
Kategori:Cerita, Pandangan
  1. 12/01/2011 pukul 04:35

    Sedih yaa bang Adang 😥 gw nulis gitu aja di twitter banyak yang protes. Gw pikir dunia ini penuh sama org2 yg ga punya otak atau ga punya hati, tp ternyata dunia penuh sama org yg bahkan ga punya keduanya. Salah satu protes bunyinya: capek dengerin kampanye anti rokok, government please stop the issue. *heran*

    • 12/01/2011 pukul 22:48

      Actually they dont have the right to smoke because it’s not right. The right is…when we can to live healthy, and enjoy the fresh air on free.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: