Beranda > Pandangan > Semangat dan Gairah

Semangat dan Gairah


“Semangat ya!”

Saya yakin para pembaca sudah akrab dengan petikan kalimat paling atas tersebut atau setidaknya yang mirip konteksnya. Ya, kata-kata memang bukan makanan yang bisa basi. Bisanya cuma bosan.

Saat kita sedang kehilangan gairah hidup, entah itu karena sakit, masalah rumah tangga, pekerjaan, kehidupan sosial, atau sebab apapun…banyak keluar dari mulut keluarga dan kawan-kawan kita ucapan: “Semangat ya!”. Sambil tersenyum pendek biasanya kita  menarik nafas dan berkata: ” Terima kasih.”
Entah bisa bangkit lagi entah tidak, tetapi kata-kata “Semangat ya!” itu sepertinya hal yang mubazir. Karena seseorang yang kena masalah umumnya tidak suka diberikan ceramah atau nasehat. Menyediakan ruang untuk curahan hati sebenarnya sudah cukup membantu kalau memberikan solusi atas masalahnya kita belum mampu.

Sebagai makhluk yang papa wajar-wajar saja manusia bisa kehilangan gairah. Asal jangan lama-lama. Manusia butuh manusia lainnya untuk mengembalikan gairah hidupnya. Maka itu manusia yang baik bukanlah manusia yang bagus rupanya melainkan manusia yang bisa mengembalikan gairah hidup (baca: berguna) manusia lainnya.

Semoga Tuhan memberikan berkatNya untuk selalu memberikan gairah hidup kepada kita.

Iklan
Kategori:Pandangan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: