Arsip

Archive for the ‘Pandangan’ Category

Semangat dan Gairah

“Semangat ya!”

Saya yakin para pembaca sudah akrab dengan petikan kalimat paling atas tersebut atau setidaknya yang mirip konteksnya. Ya, kata-kata memang bukan makanan yang bisa basi. Bisanya cuma bosan.

Saat kita sedang kehilangan gairah hidup, entah itu karena sakit, masalah rumah tangga, pekerjaan, kehidupan sosial, atau sebab apapun…banyak keluar dari mulut keluarga dan kawan-kawan kita ucapan: “Semangat ya!”. Sambil tersenyum pendek biasanya kita  menarik nafas dan berkata: ” Terima kasih.” Baca selanjutnya…

Kategori:Pandangan

Hari Ayah

Saya agak geli juga melihat aneka ciapan ataupun postingan beberapa kawan serta orang lain yang saya tidak kenal mengenai hari ayah yang dirayakan pada tahun ini. Berbondong-bondong semuanya berciap dan memutakhirkan status di media sosial. Intinya satu: “Selamat Hari Ayah!”

Dalam ciapan atau postingan mereka ada yang isinya pengakuan dosa, ada yang isinya ungkapan kebanggaan, ada juga yang dingin, ya…sekadar ucap Selamat Hari Ayah saja. Tapi gak apa-apa, yang penting exist, katanya.
Baca selanjutnya…

Kategori:Pandangan

Persib, Persipura dan Persatuan.

Tanggal 7 November 2014 merupakan hari yang bersejarah bagi klub sepakbola Baca selanjutnya…

Kategori:Pandangan

Women’s Work

Menurut saya, semua pekerjaan perempuan itu bisa dikerjakan oleh laki-laki, kecuali hamil dan menyusui. Bukan bermaksud untuk menyinggung isu kesetaraan jender, tetapi memang kenyataannya begitu.

Boleh dicek sendiri, pekerjaan-pekerjaan yang women should be able to do it seperti mencuci baju, mencuci piring, menyetrika, bersih-bersih rumah, tukang dandan, menjahit, bahkan memasak, semuanya bisa dilakukan oleh laki-laki. Malah, dalam beberapa kasus, banyak laki-laki yang terkenal karena pekerjaan-pekerjaan itu. Baca selanjutnya…

Kategori:Pandangan

Toleransi Hitam

Akhir-akhir ini tidak sulit menemukan berita tentang kekerasan di negeri ini. Mulai dari perkelahian, pembunuhan, tawuran, bentrokan, maupun aksi-aksi teror yang menjadi “makanan” sehari-hari produsen maupun konsumen media-media massa di Indonesia. Bahkan, untuk berita-berita yang menyuguhkan kekerasan, tidak jarang mendapatkan “tempat terhormat” di headline koran ataupun di buat acara TV khusus untuk menayangkan berita-berita tersebut.

Tidak jarang penyebab munculnya berita-berita tersebut di koran, TV dan radio adalah karena lemah atau malah disalahartikan toleransi dalam arti yang populer, yaitu saling menghormati. Dimulai dari masalah pribadi, lalu dibesar-besarkan dengan cara dikaitkan dengan etnis, agama, maupun kelompok yang lebih bersifat pragmatis, dengan yang berbau politik misalnya.    Baca selanjutnya…

Kategori:Pandangan

Tribute to @tikuyuz

01/01/2011 2 komentar

Pada Kamis malam tanggal 30 Desember 2010, kala sedang membuat curriculum vitae, saya dikejutkan oleh tweet teman saya, Nadia Anindita, yang isinya seperti ini:

1.Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok

2.Terperangkap dlm lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30% tkena pnyakit mulai dr flek hingga kanker paru-paru

3.Orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen Baca selanjutnya…

Kategori:Cerita, Pandangan

Profesi Perencana Kota

21/12/2010 14 komentar

Perencana kota, selanjutnya disebut perencana, adalah profesional yang  bekerja di bidang perencanaan kota dalam rangka untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan lahan dan infrastruktur. Perencana meriset, mendesain, membuat program, melakukan rekayasa sosial, melakukan analisis teknis, mengelola sumberdaya kota, dan mendidik warga kota untuk meningkatkan kualitas kota. Baca selanjutnya…

Kategori:Informasi, Pandangan