Toleransi Hitam

Akhir-akhir ini tidak sulit menemukan berita tentang kekerasan di negeri ini. Mulai dari perkelahian, pembunuhan, tawuran, bentrokan, maupun aksi-aksi teror yang menjadi “makanan” sehari-hari produsen maupun konsumen media-media massa di Indonesia. Bahkan, untuk berita-berita yang menyuguhkan kekerasan, tidak jarang mendapatkan “tempat terhormat” di headline koran ataupun di buat acara TV khusus untuk menayangkan berita-berita tersebut.

Tidak jarang penyebab munculnya berita-berita tersebut di koran, TV dan radio adalah karena lemah atau malah disalahartikan toleransi dalam arti yang populer, yaitu saling menghormati. Dimulai dari masalah pribadi, lalu dibesar-besarkan dengan cara dikaitkan dengan etnis, agama, maupun kelompok yang lebih bersifat pragmatis, dengan yang berbau politik misalnya.    Baca selanjutnya…

Kategori:Pandangan

Wekasan, It’s Wednesday Thing!

02/02/2011 1 komentar

Ada yg tahu perihal Rebo Wekasan? Rebo Wekasan, atau Rabu Pungkasan, atau Rebo Kasan secara sederhana dapat diartikan dengan hari Rabu terakhir pada bulan Safar (bulan kedua dalam sistem penanggalan Islam atau kalau di Jawa disebut dengan Sapar). Menurut tradisi di beberapa daerah (di Jawa, Sunda, Banten, dan beberapa daerah lainnya), hari Rebo Wekasan merupakan hari yang tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan jauh karena dipercayai akan membawa nasib buruk. Pada hari itu, dipercayai bila Tuhan menurunkan lebih banyak nasib buruk dibandingkan dengan nasib baik. Oleh karena itu, ada yang menyikapi hari Rebo Wekasan dengan memperbanyak ibadah dan berdoa, mandi menyucikan diri serta tidak keluar rumah sepanjang hari. Tapi ada juga yang menyikapi hari itu dengan melakukan kegiatan seperti biasa.

Berbicara tentang hari Rebo Wekasan, saya memiliki pengalaman menarik yang berkaitan dengan hari itu. Baca selanjutnya…

Kategori:Cerita

Tribute to @tikuyuz

01/01/2011 2 komentar

Pada Kamis malam tanggal 30 Desember 2010, kala sedang membuat curriculum vitae, saya dikejutkan oleh tweet teman saya, Nadia Anindita, yang isinya seperti ini:

1.Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok

2.Terperangkap dlm lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30% tkena pnyakit mulai dr flek hingga kanker paru-paru

3.Orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen Baca selanjutnya…

Kategori:Cerita, Pandangan

Profesi Perencana Kota

21/12/2010 14 komentar

Perencana kota, selanjutnya disebut perencana, adalah profesional yang  bekerja di bidang perencanaan kota dalam rangka untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan lahan dan infrastruktur. Perencana meriset, mendesain, membuat program, melakukan rekayasa sosial, melakukan analisis teknis, mengelola sumberdaya kota, dan mendidik warga kota untuk meningkatkan kualitas kota. Baca selanjutnya…

Kategori:Informasi, Pandangan

Pergi Ke Kampung Inggris

18/11/2010 3 komentar

Pernah mendengar Kampung Inggris?

Kampung Inggris terletak di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Tepatnya, di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Disebut Kampung Inggris bukan karena penduduknya adalah orang Inggris, tetapi karena desa itu dipenuhi oleh tempat-tempat kursus bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Menjamurnya tempat-tempat kursus Bahasa Inggris, serta biaya yang ditawarkan juga terbilang murah, membuat para pelajar yang berasal dari seluruh Indonesia datang ke sini untuk belajar Bahasa Inggris. Baca selanjutnya…

Kategori:Cerita, Reportase

Majapahit Adalah (Bukan) Kesultanan Islam

08/11/2010 98 komentar

Melihat tulisan di sini, di sini, di sini, dan di situs-situs lain, termasuk dalam forum forum-forum internet, menjadi motif saya untuk menulis tulisan ini sebagai sikap saya atas inti tulisan tersebut yang menyatakan bahwa Majapahit merupakan kerajaan Islam di Indonesia yang bernama Kesultanan Majapahit.

Saya akan mengulas hal-hal yang dijadikan dasar oleh pihak yang menyatakan Majapahit merupakan kerajaan Islam. Baca selanjutnya…

Kategori:Pandangan

Nonton Wedhus Gembel, Warga Padati Jembatan Gondolayu

Sebagian warga memarkirkan kendaraannya di ruas Jalan Sudirman, Yogyakarta, tepatnya di atas Jembatan Gondolayu untuk melihat secara langsung fenomena meletusnya Gunung Merapi. Sebagian warga yang berkerumun tersebut ada yang tidak sengaja melintas atau yang memang sengaja datang untuk melihat erupsi Gunung Merapi dari jauh. Daniel, 22, salah satu warga yang memadati ruas jalan tersebut, sengaja datang bersama kawan-kawannya hanya untuk melihat fenomena wedhus gembel Gunung Merapi. Namun sayang, fenomena yang ditunggu tersebut tidak dapat disaksikan dengan jelas  karena hujan yang sempat mengguyur sebelumnya membuat langit di Yogyakarta gelap dan menghalangi pemandangan ke arah Gunung Merapi.

Status Merapi mulai dinaikkan menjadi awas pada 25 Oktober 2010 pukul 06.00 pagi waktu setempat. Gunung Merapi mulai mengeluarkan awan panas pada 26 Oktober pukul 17.02 waktu setempat. Hingga kini, Pemda setempat telah mengerahkan bantuan untuk mengungsikan  warga yang masih tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi.

Kategori:Reportase